Angka Penting

Angka penting adalah bilangan yang diperoleh dari hasil pengukuran yang terdiri dari angka-angka penting yang sudah pasti (terbaca pada alat ukur) dan satu angka terakhir yang di ragukan. Hasil pengukuran dalam fisika selalu terjadi kesalahan pada waktu mengukurnya. Kesalahan ini dapat diperkecil dengan menggunakan alat ukur yang lebih teliti.
Aturan penulisan/penyajian angka penting dalam pengukuran:
1.    Semua angka yang bukan nol adalah angka penting. Contoh: 24,789 ( 5 angka penting ).
2.    Semua angka nol yang terletak di antara angka-angka bukan nol adalah angka penting. Contoh: 9000,7006 (9 angka penting ).
3.    Semua angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir, tetapi terletak di depan tanda desimal adalah angka penting. Contoh: 50000, ( 5 angka penting).
4.    Angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir dan di belakang tanda desimal adalah angka penting. Contoh: 54,50000 ( 7 angka penting ).
5.    Angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir dan tidak dengan tanda desimal adalah angka tidak penting. Contoh: 6500000 ( 2 angka penting ).
6.    Angka nol yang terletak di depan angka bukan nol yang pertama adalah angka tidak penting. Contoh: 0,0000356 ( 3 angka penting ). Angka nol yang berada di antara angka bukan nol termasuk angka penting. Contoh: 0,005006 ( 4 angka penting)

PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN
Dalam penjumlahan dan pengurangan angka penting, hasil dinyatakan memiliki 1 angka perkiraan dan 1 angka yang meragukan. Contoh: 1,425 + 2,56 = 3,985 dan hasilnya ditulis sebagai 3,99.

PERKALIAN DAN PENGURANGAN
Dalam perkalian dan pembagian, hasil operasi dinyatakan dalam jumlah angka penting yang paling sedikit sebagaimana banyaknya angka penting dari bilangan-bilangan yang dioperasikan. Hasilnya harus dibulatkan hingga jumlah angka penting sama dengan jumlah angka penting berdasarkan faktor yang paling kecil jumlah angka pentingnya.
Contoh : 4,36 x 5,003 = …
4,36  = mengandung 3 angka penting
5,003  = mengandung 4 angka penting
PEMBULATAN
Pembulatan angka dimulai dari digit paling kiri. Pembulatan dilakukan tahap demi tahap dari digit paling kanan menuju digit didepannya (kiri digit yang dibulatkan). Berikut ini aturan pembulatan angka:
1.  > 0,5 angka dibulatkan keatas. Contoh 78,876 dibulatkan menjadi 78,88.
2.  < 0,5 angka dibulatkan kebawah. Contoh 85,624 dibulatkan menjadi 85,62.
3.  = 0,5 angka dapat dibulatkan kebawah atau ke atas. Angka 0,5 dibulatkan kebawah apabila angka didepannya merupakan angka genap, sedangkan angka 0,5 dibulatkan keatas apabila angka didepannya adalah angka ganjil. Contoh 5,425 dibulatkan menjadi 5,42. angka 5 dibulatkan kebawah karena depan angka 5 merupakan angka genap. Bilangan 98,8435 dapat dibulatkan menjadi 98,844. angka 5 dibulatkan keatas karena angka didepan angka 5 adalah angka ganjil.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: